Wednesday, July 10, 2019

Hercules




Hercules pahlawan mitologi Yunani



Hercules adalah pahlawan terkuat dalam mitologi Yunani. Simak cerita lengkap Hercules, 12 tugas legendaris, hingga akhir hidupnya.

⚡ Siapa Hercules?

Hercules (Herakles) adalah pahlawan paling terkenal dalam mitologi Yunani, dikenal karena kekuatan fisiknya yang luar biasa dan keberaniannya menghadapi berbagai monster mematikan.

Namun, di balik kekuatannya, kehidupan Hercules dipenuhi tragedi, kutukan, dan penderitaan yang membuat kisahnya jauh lebih kompleks dari sekadar cerita kepahlawanan.

   

๐Ÿ‘ถ Asal-Usul Hercules

Hercules adalah anak dari Zeus, raja para dewa, dan seorang wanita manusia bernama Alcmene.

Karena merupakan anak Zeus, Hercules sejak lahir sudah menjadi target kebencian Hera, istri Zeus.

Sebagai bentuk balas dendam, Hera berusaha membunuh Hercules sejak bayi dengan mengirim dua ular ke tempat tidurnya.

Namun, bahkan saat masih bayi, Hercules berhasil:
๐Ÿ‘‰ mencekik kedua ular tersebut dengan tangannya sendiri.


๐Ÿ˜ก Kutukan Hera

Kebencian Hera tidak berhenti di situ.

Saat Hercules dewasa, Hera membuatnya mengalami kegilaan sementara. Dalam kondisi tersebut, Hercules secara tragis membunuh istri dan anak-anaknya sendiri.

Setelah sadar dari perbuatannya, Hercules sangat menyesal dan mencari cara untuk menebus dosanya.

Ia kemudian diperintahkan untuk menjalani serangkaian tugas berat yang hampir mustahil diselesaikan.


⚔️ 12 Tugas Hercules (Twelve Labors)

Sebagai penebusan dosa, Hercules harus menyelesaikan 12 tugas berbahaya yang diberikan oleh Raja Eurystheus.

Berikut adalah 12 tugas legendaris Hercules:

Hercules pahlawan mitologi Yunani
  1. ⚔️ 12 Tugas Hercules

    1. Singa Nemea

    Tugas pertama Hercules adalah membunuh Singa Nemea, makhluk buas dengan kulit yang tidak bisa ditembus senjata apa pun. Pedang dan panahnya tidak berguna, sehingga Hercules harus menggunakan kekuatan fisiknya sendiri untuk mengalahkan monster tersebut.

    Ia akhirnya mencekik singa itu dengan tangan kosong. Setelah menang, Hercules menguliti singa menggunakan cakarnya sendiri, lalu menjadikan kulitnya sebagai pelindung tubuh—simbol kekuatan dan kemenangan yang melekat padanya sepanjang hidup.


    2. Hydra Lerna

    Hydra adalah monster berkepala banyak yang setiap kali satu kepalanya dipotong, akan tumbuh dua kepala baru. Tugas ini jauh lebih sulit karena tidak bisa diselesaikan dengan cara biasa.

    Dengan bantuan keponakannya, Iolaus, Hercules membakar leher Hydra setiap kali dipotong agar tidak tumbuh kembali. Akhirnya, ia berhasil mengalahkan Hydra dan menggunakan darah beracunnya untuk melapisi anak panahnya—membuatnya semakin mematikan.


    3. Rusa Ceryneia

    Rusa ini adalah hewan suci milik Artemis, dewi pemburu. Hercules diperintahkan untuk menangkapnya hidup-hidup tanpa melukai.

    Ia mengejar rusa tersebut selama hampir satu tahun penuh hingga akhirnya berhasil menangkapnya dengan hati-hati. Tugas ini menunjukkan bahwa Hercules bukan hanya kuat, tetapi juga sabar dan cerdas.


    4. Babi Erymanthian

    Hercules harus menangkap babi hutan raksasa yang menghancurkan desa-desa. Berbeda dengan tugas sebelumnya, ia harus membawa makhluk itu hidup-hidup.

    Ia menggiring babi itu ke daerah bersalju hingga kelelahan, lalu menangkapnya dengan mudah. Tugas ini memperlihatkan kecerdikan Hercules dalam menggunakan lingkungan sebagai strategi.


    5. Kandang Augeas

    Kandang milik Raja Augeas sangat kotor karena tidak pernah dibersihkan selama puluhan tahun. Tugas Hercules adalah membersihkannya hanya dalam satu hari—sebuah pekerjaan yang tampak mustahil.

    Alih-alih membersihkan secara manual, ia mengalihkan aliran dua sungai untuk membilas kandang tersebut sekaligus. Ini menjadi bukti bahwa Hercules juga memiliki kecerdasan luar biasa, bukan hanya kekuatan.


    6. Burung Stymphalia

    Burung-burung ini memiliki paruh dan bulu tajam seperti logam yang bisa membunuh manusia. Mereka tinggal di rawa yang sulit dijangkau.

    Hercules menggunakan alat pemberian dewa untuk menakuti burung-burung itu keluar dari sarangnya, lalu menembaknya satu per satu. Tugas ini menuntut kombinasi strategi, ketepatan, dan keberanian.


    7. Banteng Kreta

    Banteng ini adalah makhluk buas yang menyebabkan kekacauan di pulau Kreta. Hercules diperintahkan untuk menangkapnya tanpa membunuhnya.

    Dengan kekuatan luar biasa, ia berhasil menjinakkan banteng tersebut dan membawanya kembali. Tugas ini menegaskan kemampuan Hercules dalam menghadapi makhluk besar dan liar.


    8. Kuda Diomedes

    Kuda-kuda milik Raja Diomedes terkenal karena memakan manusia. Hercules harus menangkap makhluk mengerikan ini.

    Ia mengalahkan Diomedes dan memberi makan sang raja kepada kudanya sendiri, sehingga kuda-kuda itu menjadi jinak. Tugas ini menunjukkan sisi gelap dan brutal dari perjalanan Hercules.


    9. Sabuk Hippolyta

    Hippolyta adalah ratu bangsa Amazon, dan sabuknya menjadi simbol kekuasaan. Hercules ditugaskan untuk mengambil sabuk tersebut.

    Awalnya, Hippolyta bersedia memberikannya secara damai. Namun, karena tipu daya Hera, terjadi pertempuran yang berujung kematian sang ratu. Ini menunjukkan bagaimana takdir Hercules sering dipengaruhi oleh campur tangan para dewa.


    10. Sapi Geryon

    Geryon adalah raksasa berkepala tiga yang memiliki ternak luar biasa. Hercules harus mencuri sapi-sapi tersebut dari wilayah yang sangat jauh.

    Ia menghadapi banyak rintangan dalam perjalanan, termasuk pertempuran melawan Geryon. Setelah berhasil mengalahkannya, Hercules membawa sapi itu kembali sebagai bukti keberhasilannya.


    11. Apel Emas Hesperides

    Apel emas ini dijaga oleh naga dan hanya bisa diambil dengan bantuan Titan Atlas. Hercules tidak mengambilnya sendiri, melainkan membantu Atlas menahan langit sementara Atlas mengambil apel tersebut.

    Namun, Atlas mencoba menipu Hercules agar tetap memikul langit selamanya. Dengan kecerdikannya, Hercules berhasil memperdaya Atlas dan membawa apel itu kembali.


    12. Cerberus

    Tugas terakhir adalah yang paling berbahaya: menangkap Cerberus, anjing berkepala tiga penjaga dunia bawah.

    Hercules turun ke dunia kematian dan, tanpa menggunakan senjata, berhasil menaklukkan Cerberus dengan kekuatan fisiknya. Tugas ini menjadi puncak dari semua perjuangannya dan membuktikan bahwa ia mampu menaklukkan bahkan kematian itu sendiri.

Setiap tugas ini menguji:

  • kekuatan
  • kecerdikan
  • keberanian Hercules

๐Ÿ’€ Kematian Hercules

Setelah menyelesaikan semua tugasnya, kehidupan Hercules tidak langsung menjadi damai.

Ia akhirnya meninggal akibat racun mematikan yang diberikan melalui pakaian yang dikenakannya.

Namun, karena darah dewa yang mengalir dalam dirinya, Hercules tidak benar-benar “hilang”.

Ia kemudian diangkat ke Gunung Olympus dan menjadi dewa.


๐Ÿ”ฅ Fakta Menarik tentang Hercules

1. Hercules adalah simbol kekuatan manusia

Ia menunjukkan bahwa manusia bisa menghadapi tantangan besar meskipun penuh kesalahan.


2. Tidak hanya kuat, tapi juga cerdas

Beberapa tugas Hercules tidak bisa diselesaikan hanya dengan kekuatan, tetapi juga strategi.


3. Kisahnya penuh tragedi

Tidak seperti pahlawan biasa, kehidupan Hercules dipenuhi rasa bersalah dan penebusan.


๐Ÿง  Mengapa Hercules begitu terkenal?

Hercules menjadi salah satu tokoh paling populer karena:

  • kisahnya dramatis
  • penuh aksi
  • mudah dipahami

Ia adalah simbol:
๐Ÿ‘‰ kekuatan, penderitaan, dan penebusan


๐Ÿ Kesimpulan

Hercules bukan hanya pahlawan terkuat dalam mitologi Yunani, tetapi juga salah satu tokoh paling kompleks.

Dari kelahiran hingga kematiannya, kisah Hercules menunjukkan bahwa kekuatan sejati tidak hanya berasal dari otot, tetapi juga dari kemampuan menghadapi kesalahan dan bangkit kembali.


๐Ÿ”— Baca Juga

  • Siapa Zeus? Raja Para Dewa Yunani
  • Daftar Anak Zeus dalam Mitologi Yunani
  • Perang Titan dalam Mitologi Yunani

Friday, September 14, 2018

7 mahluk dari Yunani


Amphisbaena



Amphisbaena adalah mahluk mitologi yunani kuno yaitu berebentuk ular pemakan semut yang mempunyai kepala pada setiap ujungnya, amphisbena ini juga di kenal sebagai " mother of ants " atau ibu para semut . Namanya berasal dari kata Yunani amphis, yang berarti "kedua cara", dan bainein, yang berarti "untuk pergi".



Empusa




Empusa atau Empousa juga bisa di panggil dalam bahasa Yunani kuno แผœฮผฯ€ฮฟฯ…ฯƒฮฑ " :D . ini adalah mahluk perempuan yang suka berubah bentuk. mahluk ini memiliki satu kaki tembaga, dia adalah utusan Hecate dan kerap menggoda para pria muda .

Lamia




Lamia adalah monster laut yang berbentuk setengah ular. sebelumnya dia adalah seorang wanita yaitu Ratu Libya yang di cintai oleh Zeus,dia menjadi monster pembunuh anak-anak setelah zeus merubahnya unutk membalaskan dendam karena anak-anak dari lamia di bunuh oleh Hera.

Lycaon



Lycaon adalah seorang raja legendaris dari Arcadia,anak dari Zeus. dia adalah raja yang ingin mencoba pengetahuan para dewa, dia mecoba memberi makan daging manusia kepada para dewa tersebut termasuk Zeus. tetapi mereka tidak ada satupun yang tertipu, lycaon berbentuk asli Serigala atau warewolf pertama dalam mitologi yunani.


THE TELKHINES (Telchines)




THE TELKHINES (Telchines) adalah  penyihir laut atau dewa misterius dan pandai besi asli kepulauan Keos dan Rhodes. mereka menciptakan karya seni logam dan di katakan telah membuat sabit yang digunakan oleh Kronos dan Trisula ajaib untuk Poseidon , mereka ahli sihir yang ganas dan itu tidak di sukai oleh sang Dewa Zeus, lalu Zeus melemparkan mereka ke bawah laut ke dalam jurang Tartaros.

Teumessian Fox



Teumessian Fox tau Rubah Raksasa yang dinamai Temessus yang di takdirkan tidak pernah tertangkap dia adalah anak dari Typhon dan Echidna, hewan ini di manfaatkan oleh Dionysus yang tidak jelas akar permasalahan kemarahanya untuk memorak-porandakan Thebes dan membunuh anak-anak di kota tersebut, dia hanya mengatakan bahwa kota tersebut di hukum karena kejahatan.

LAILAPS 



LAILAPS (Laelaps) adalah anjing ajaib yang ditakdirkan untuk selalu menangkap buruannya. anjing ini pertama kali diberikan kepada Europa of Krete (Crete) oleh Zeus dan kemudian diwariskan ke Minos, Prokris, dan akhirnya pahlawan Kephalos. di kabarkan anjing ini di rubah oleh Zeus menjadi batu setelah terjadinya paradoks yaitu mengejar rubah temessian yang juga ditakdirkan tidak bisa tertangkap di Thebes :D



Saturday, September 8, 2018

Silsilah Dewa dan Dewi Mesir, Yunani dan Nordik

1. Mesir

  Tahap baru mitologi Mesir kuno mungkin dipengaruhi oleh lingkungan alam dan peristiwa yang mempengaruhi Mesir itu sendiri. Sebagai contoh, pola siklus matahari dan pola musiman banjir Nil (yang memperkaya tanah) memainkan peran penting mereka dalam membangun air dan matahari sebagai simbol kehidupan.
Inti geografis dari peradaban Mesir kuno - Delta Nil yang subur, dikelilingi oleh tanah kering dan gurun (dihuni oleh kelompok para perampok dan pengembara). orang Mesir kuno menganggap tanah mereka sebagai surga bagi stabilitas yang tenang, yang pada gilirannya dikelilingi oleh banyak wilayah tanpa hukum - sehingga pada dasarnya menciptakan trikotomi keteraturan, kekacauan, dan pembaruan; tema yang integral dengan mitologi Mesir.

Di sisi lain, peristiwa sejarah juga memainkan peran mereka dalam membentuk mitologi pada akhir Periode Predinkastik, sekitar 3100 SM. Ini adalah zaman ketika firaun Mesir menyatukan kedua alam Atas dan Bawah, yang pada akhirnya menjadikan raja-raja itu sebagai fokus pujian dalam konteks religius. Dengan demikian firaun dikaitkan dengan entitas ilahi, dan karena berbagai prasasti dan ikonografi Mesir kuno (terutama dari periode dinasti ke-18 dan ke-19) menggambarkan raja-raja dalam gaya dewa matahari. Beberapa penggambaran ini bahkan memproyeksikan firaun sebagai inkarnasi dewa perang dan keberanian, Montu (dewa elang) atau sebagai personifikasi dari Mesir itu sendiri.
Dalam hal apapun, seperti untuk presentasi pohon keluarga dewa dan dewi Mesir kuno, infografik yang brilian dibuat oleh Korintel Briggs.

ini adalah daftar Dewa dan Dewi Mesir.




2. Yunani


  Mitologi Yunani, tidak seperti Veda Hindu atau bahkan Alkitab, tidak tersedia bagi orang Yunani kuno melalui kompilasi teks tunggal. Sebaliknya banyak karakter dan cerita mereka ditanggung oleh tradisi lisan yang dikembangkan selama Zaman Perunggu Mycenaean. Sekarang, tentu saja, contoh terbesar dari Yunani Klasik yang terinspirasi oleh 'nenek moyang' mereka berasal dari puisi epik Homer di Iliad dan Odyssey. karya-karya sastra epik ini harus dipandang lebih sebagai kumpulan tradisi cerita rakyat yang diwariskan turun-temurun dari sekitar abad 9-8 SM (tiga abad setelah meninggalnya the Mycenaean).
Bagaimanapun juga, para dewa, pahlawan, dan mitos monster, melambangkan berbagai cakupan, mulai dari ritual keagamaan hingga cuaca. Sederhananya, berbagai entitas ini menyediakan orang-orang Yunani kuno dengan makna siklus duniawi dan alami, yang agak membenarkan keberadaan mereka dalam kerangka mitologi. Dan secara historis, mungkin Theogony sang penyair Hesiod yang menyusun kisah asal mula mitologi Yunani pertama kali, sekitar tahun 700 SM. Dia diikuti oleh berbagai dramawan dan penyair Yunani lainnya (seperti Aeschylus, Sophocles, dan Euripides) yang memainkan peran mereka dalam memperluas dan bahkan memperbarui beberapa elemen dari mitologi Yunani yang sangat luas.

ini adalah hanya beberapa daftar Dewa dan Dewi yunani yang terbesar dan paling penting.




3. Nordik


  Di antara semua mitologi yang disebutkan di atas, mitologi Nordik mungkin memiliki asal-usul samar, dengan lingkup utamanya adalah dari tambal sulam tradisi lisan dan cerita lokal yang dikandung di Skandinavia. Untungnya, banyak dari beragam dongeng tua ini dikumpulkan dan disusun dalam manuskrip-manuskrip (terdiri dari teks-teks Nordik Kuno), pada sekitar abad ke-13 di Islandia. Salah satu karya sastra Nordik Kuno yang penting ini berkaitan dengan Prosa Edda, yang dianggap ditulis oleh sejarawan dan sejarawan Islandia, Snorri Sturluson, sekitar tahun 1220 M.

Karya sastra penting lainnya yang disusun dalam Nordik Kuno berhubungan dengan Poetic Edda. Seperti namanya, kompilasi terdiri dari puisi-puisi yang berasal dari sekitar tahun 1000 - 1300 M, dengan sebagian besar koleksi yang berisi teks dari Codex Regius (Buku Kerajaan), sebuah manuskrip abad pertengahan Islandia yang berasal dari sekitar tahun 1270 M. Codex Regius sendiri dianggap sebagai salah satu sumber yang paling penting yang masih ada untuk mitologi Nordik dan legenda Jermanik. John Bruno Hare, pendiri Internet Sacred Text Archive, mengatakan ini tentang konten terkait Poetic Edda.

ini adalah daftar silsilah yang mungkin masih samar mengani Dewa dan Dewi dalam Mitologi  Nordik.



Wednesday, September 5, 2018

Ragnarok [ Hancurnya Kosmos ]




  Ragnarok (Nordik Kuno Ragnarรถk, "The Doom of the Gods") adalah nama yang diberikan pada akhir siklus mitos mereka, di mana kosmos dihancurkan dan kemudian diciptakan kembali. "Ragnarok" adalah permainan kata-kata; bentuk alternatif, yang terdengar hampir sama ketika diucapkan, adalah Ragnarรธkkr, "The Twilight of the Gods." Pentingnya variasi ini akan dibahas di bawah ini

Tapi pertama-tama, inilah kisahnya:

The Doom of the Gods

Nubuatan dan mimpi buruk telah lama meramalkan kejatuhan kosmos dan dewa-dewi beserta dewi-dewi bersama dengannya. Ketika peristiwa pertama yang dinubuatkan terjadi - Dewa yang dicintai Baldur dibunuh oleh Loki dan diserahkan ke dunia bawah - para dewa harus menghadapi kenyataan bahwa mereka tidak dapat lagi melarikan diri dari takdir tragis mereka. Mereka bersiap sebaik yang mereka bisa. Odin mengambil banyak waktu dan perhatian memilih prajurit manusia yang paling mahir untuk bergabung dengannya dalam pertempuran terakhir melawan raksasa raksasa yang melahap dunia. Namun, jauh di lubuk hatinya, mereka tahu bahwa semua tindakan putus asa mereka sia-sia.

Di Midgard, wilayah peradaban manusia, orang-orang meninggalkan cara tradisional mereka, mengabaikan ikatan kekeluargaan, dan tenggelam ke dalam nihilisme yang bandel. Namun, para dewa tidak benar-benar tidak bersalah atas tuduhan yang sama ini. Mereka telah melanggar sumpah dan gagal memenuhi harapan mereka satu sama lain dalam banyak kesempatan. (Lihat, misalnya, The Fortification of Asgard dan The Binding of Fenrir.) Tiga musim dingin datang berturut-turut tanpa musim panas di antaranya, musim yang buruk, musim kegelapan yang menghancurkan dan frigiditas yang oleh para nubuat telah disebut Fimbulwinter ("The Great Winter" ”).

Akhirnya, pseudo-dewa Loki dan putranya, Fenrir serigala yang ditakuti, yang keduanya telah dirantai untuk mencegah mereka dari kehancuran lebih lanjut di Sembilan Dunia, melepaskan diri dari belenggu mereka dan bersiap melakukan apa yang dewa-dewa miliki, Dipenjara mereka telah ditakuti. Yggdrasil, pohon dunia besar yang memegang Sembilan Dunia di cabang dan akarnya, mulai bergetar.

Heimdall yang sangat jauh, penjaga benteng para dewa, Asgard, adalah yang pertama kali memata-matai sekelompok besar raksasa yang menuju ke benteng surgawi. Di antara massa mengerikan adalah teman dewa yang berubah-ubah, Loki, di pucuk pimpinan kapal Naglfar ("Kapal Orang Mati"). Heimdall membunyikan klaksonnya, Gjallarhorn ("Gemuruh Tanduk") untuk memperingatkan para dewa, yang tidak diragukan lagi para dewa yang sedang waspada dan putus asa.

Para raksasa berencana menghancurkan tempat tinggal para dewa dan seluruh kosmos. bersama dengan itu, Fenrir, serigala besar, berlari melintasi tanah dengan rahang bawahnya di tanah dan rahang atasnya di langit, memakan segala sesuatu di antaranya. Bahkan matahari itu sendiri diseret dari puncaknya dan masuk ke perut binatang itu. Surt, raksasa yang membawa pedang menyala, menyapu bumi dan tidak meninggalkan apa pun kecuali api di belakangnya.



Tapi, seperti pahlawan Yunani, para dewa bertempur dengan gagah berani sampai akhir. Thor dan ular laut Jormungand saling membunuh, seperti halnya Surt dan dewa Freyr, dan juga Heimdall dan Loki. Odin dan Tyr keduanya jatuh ke Fenrir (juga disebut "Garmr" dalam beberapa teks), yang kemudian dibunuh oleh Vidar, putra dan penuntut Odin.

Akhirnya, dalam pembalikan akhir dari proses penciptaan yang asli, tanah yang dirusak itu tenggelam kembali ke laut dan lenyap di bawah ombak. Kegelapan yang sempurna dan keheningan kekosongan anti-kosmik, Ginnungagap, kembali memerintah sekali lagi.

Tetapi usia kematian dan istirahat ini tidak bertahan selamanya. Segera bumi sekali lagi dibangkitkan dari lautan. Baldur kembali dari dunia bawah, dan tanah yang digembalai menjadi lebih subur dan berbuah daripada sebelumnya sejak diciptakan sebelumnya. Sepasang manusia baru, Lif dan Lifthrasir, yang setara dengan Ask dan Embla dalam narasi penciptaan Nordik, terbangun di dunia hijau. Para dewa juga kembali dan melanjutkan kegembiraan mereka.

The Twilight of the Gods

Sementara beberapa cendekiawan telah mencoba untuk menggambarkan Ragnarok sebagai  "Waktu Akhir" Kristen, di mana dunia dihancurkan sekali dan untuk semua dan waktu historis dihapuskan, sarjana lain, seperti sejarawan agama Mircea Eliade dan Nordik Kuno Filolog Rudolf Simek telah menyadari bahwa kisah Ragnarok menyampaikan pesan yang sangat, sangat berbeda. Mengingat bahwa kisah-kisah penghancuran dunia dalam sumber-sumber primer Nordik Kuno segera diikuti oleh kisah-kisah penciptaan kembali, pernyataan bahwa Ragnarok menggambarkan akhir dari sejarah linear sama sekali tidak berdasar. Pembacaan yang lebih sensitif terhadap sumber-sumber primer membuatnya jelas bahwa apa yang dijelaskan Ragnarok adalah akhir dunia yang bersifat siklus, setelah yang mengikuti suatu ciptaan baru, yang pada gilirannya akan diikuti oleh Ragnarok yang lain, dan seterusnya sepanjang kekekalan. Dengan kata lain, penciptaan dan perusakan adalah titik-titik di ujung-ujung lingkaran yang berlawanan, bukan menunjuk pada ujung-ujung garis lurus yang berlawanan.


Dengan pemahaman ini, kita bisa memahami makna permainan kata-kata dalam nama "Ragnarok," seperti yang disebutkan dalam paragraf pembukaan artikel ini. Siklus kelahiran, kehidupan, kematian, dan kelahiran kembali di mana mitologi Nordik menyediakan pola dasar terjadi pada setiap skala keberadaan: siklus musim, siang dan malam, fase bulan, kehidupan organisme apa pun, dan berkembangnya kehidupan antara kepunahan massal. The "Twilight of the Gods," dengan kata lain, mengungkapkan makna Nordik pra-Kristen yang dirasakan dalam setiap senja fisik, setiap musim gugur, setiap bulan purnama, dan setiap penuaan. Ini, akhirnya, adalah jantung pandangan dunia pra-Kristen Norse dan masyarakat Jerman lainnya: dengan menanamkan eksistensi dengan makna sakral ini, mereka menguduskan semua eksistensi, dan, jika mereka mempertahankan pola pikir yang benar, menjalani hidup mereka yang tenggelam dalam suci di setiap kesempatan. Mereka bisa mengatakan, bersama dengan William Blake, “Segala sesuatu yang hidup adalah suci.


Tuesday, September 4, 2018

10 Naga dari Berbagai Budaya di Dunia



Di antara semua makhluk legendaris, Dragon / Naga (berasal dari bahasa Yunani ฮดฯฮฌฮบฯ‰ฮฝ atau drรกkลn) telah mengambil tempat unik mereka di antara tumpuan akun mitologis serta budaya populer masa kini. Dan yang cukup menarik, naga (atau setidaknya entitas seperti naga) telah menjadi perlengkapan simbolik dari segudang wilayah di seluruh dunia. Tentu saja, banyak dari tradisi mitos ini telah berkembang dan berevolusi dengan jelas tanpa banyak pengaruh dari satu sama lain, namun para monster biasanya memainkan bagian utama mereka sebagai dewa, setan, dan bahkan personifikasi nasionalisme. Jadi, tanpa basa-basi lagi, mari kita melihat pada sepuluh entitas naga mistis dari budaya di seluruh planet yang mungkin belum Anda ketahui.

Akhekh (dari Mesir)




  Juga dikenal sebagai Akhekhu, Akhekh dicirikan sebagai binatang buas dengan tubuh ular panjang yang didukung oleh empat kakinya. mitos Naga dikatakan berada di pelosok terpencil di tanah Mesir, terutama di sekitar daerah gurun di samping lembah Nil yang subur. Dan yang cukup menarik, kisah-kisah drake Akhekh mungkin telah mengilhami legenda Griffin di Eropa. Perkembangan berangsur-angsur dari tradisi cerita rakyat ini, dapat dibuktikan oleh penggambaran Akhekh di kemudian hari - di mana makhluk itu mempertahankan profil serpentinnya dengan tutup kepala Mesir kuno (Uraei), meskipun dengan tubuh antelope dan kepala burung.


 Drakon Kholkikos (dari Kolkhis atau Georgia)




   Jika legenda dari 'Jason and the Argonauts' adalah sebuah game petualangan, Drakon Kholkikos (atau Colchian Dragon) akan menjadi bos utama yang menjaga Golden Fleece - yang terletak di hutan suci Ares di Kolkhis (sekarang - Georgia bagian tengah). Dijelaskan sebagai memiliki lambang, tiga lidah dan satu set gigi ajaib, ada versi yang berbeda tentang bagaimana naga mitos bertemu kematiannya - dengan beberapa kesimpulan dengan skenario di mana-mana sang pahlawan membunuh naga, dan beberapa mengacu pada situasi di mana penyihir Medea menempatkan naga untuk tidur dengan sihirnya. Ada juga versi ketiga di mana penyanyi besar Orpheus memikat naga dengan rendisi musik yang mempesona di kecapi.


Druk (dari Bhutan)





  Druk atau ‘Naga Petir’ adalah personifikasi nasional dari budaya, mitologi, dan monarki Bhutan. Untuk itu, drake dengan skala yang lebih besar ditampilkan secara jelas dalam bendera nasional Bhutan dan lagu kebangsaan (Druk tsendhen), sementara bangsa Himalaya-nestled sendiri disebut sebagai Druk Yul (di Dzongkha), yang diterjemahkan menjadi 'Tanah Druk'. Ruang lingkup mitos yang terinspirasi naga juga mencakup gelar pribadi dengan para pemimpin Bhutan yang dipanggil sebagai Druk Gyalpo atau ‘Thunder Dragon Kings’. Dan, jika Anda berpikir hal itu sedikit membentang - baik, bahkan semua partai politik disebut sebagai 'Partai Druk', untuk pemilihan pura-pura yang diadakan pada tahun 2008.

Fafnir (dari Skandinavia)



  Mungkin yang paling terkenal dari semua naga yang disebutkan dalam daftar ini, Fafnir (menurut berbagai saga) anehnya memulai hidupnya sebagai kurcaci belaka. Dia adalah putra dari raja Dwarf Hreidmar, dan bertanggung jawab untuk membunuh ayahnya sendiri untuk mendapatkan semua kekayaan dan harta yang awalnya dicuri dari dewa รฆsir. Namun, setelah ia mengambil barang-barang berharga dari keserakahan belaka, ia dikutuk oleh cincin dan emas Andvari di antara harta (itu adalah trik yang dimainkan oleh Loki). Ini mengubah dirinya menjadi naga mitos yang kuat dengan skala berlapis baja yang tidak bisa ditembus oleh senjata biasa. Akhirnya, Sigurd yang membunuhnya dengan pedangnya yang patah, Gram, dengan menemukan titik lemah di sepanjang perut lembut binatang raksasa itu.

Kukulkan (dari Mesoamerika)



  Dikenal juga sebagai Quetzalcoatl, Kukulkan disembah sebagai dewa ‘ular berbulu besar 'di jajaran suku Aztec, Toltek dan Maya. Dewa utama (sering mengambil bentuk entitas seperti naga mitos) tampaknya telah memainkan peran multifaset saat berlatih bisnis 'saleh' nya. Untuk itu, Kukulkan adalah dewa ciptaan, leluhur Bintang Pagi dan Malam, pelindung para pengrajin, pembuat hujan, peniup angin dan juga pembawa api. Menariknya, baik suku Maya maupun suku Aztec tidak terlalu tertarik pada gerhana matahari (mengingat kesucian matahari), karena itu tradisi mitis mereka digunakan untuk menggambarkan skenario langka seperti itu dengan Ular Bumi menelan Quetzalcoatl yang hebat. Selain itu, sebagai lawan dari kecenderungan budaya mereka untuk pengorbanan manusia, Kukulkan seharusnya tidak menyukai praktek-praktek haus darah seperti itu.

Kur (dari Sumeria)



  Kur primordial sering dianggap sebagai naga pertama dalam jaring tradisi sastra luas dari Sumeria. Dia digambarkan berada di ruang hampa di atas lapisan bumi dan di bawah laut primal. Entitas mengerikan ini juga sering dikaitkan dengan konsep Sumeria tentang dunia bawah, dan seperti, di antara berbagai eksploitasi jahatnya, naga itu pernah menculik dewi Ereshkigal dengan membawanya ke dunia akhirat. Tugas penyelamatan jatuh ke seorang pahlawan bernama Enki, dan ia berhasil membunuh naga mitos - sebuah narasi yang berfungsi sebagai prolog untuk 'Epic of Gilgamesh' yang terkenal. Yang menarik, tindakan 'membunuh seekor naga' adalah motif umum yang diulang dalam tradisi Babel berikutnya, yang mungkin juga menemukan paralelnya atau ekspansi (dalam dongeng) di bagian lain dunia.


Python (dari Yunani)




  Python digambarkan sebagai naga bumi yang berasal dari lendir di Delphi, sementara sumber lain mengklaim entitas tersebut untuk menjadi keturunan perempuan Gaia, dewi Bumi. Dia digambarkan sebagai sangat humuh, bahwa gulungan raksasa membentang di sekitar seluruh situs oracle Delphi - sehingga dengan cakap melindungi ibunya. Dia juga dihitung sebagai salah satu hewan peliharaan dari Hera (istri Zeus), dan itu memberinya 'privilege' untuk menyebabkan kerusakan dan kehancuran ke tanah sekitarnya, tanpa dihukum. Namun, sesi bersenang - senang  nya ini akhirnya dibatasi oleh dewa Olympian Apollo, ketika ia membunuh naga mitos dengan senjata pilihannya - busur dan anak panah. Dewa 'cahaya dan matahari' juga mengambil alih benteng pertahanan Delphi dan dengan megahnya memperbaikinya dengan kegemarannya sendiri.

Stoor Worm (dari Skotlandia)




  Stoor Worm atau Mester Stoor Worm (juga dikenal sebagai Master Stoor Worm) adalah monster jahat dari mitologi Orcadian (mitos yang berkaitan dengan Kepulauan Orkney, utara Skotlandia), yang digambarkan sebagai memiliki kapasitas busuk untuk menyebabkan sampar dan kontaminasi di antara kedua tanaman dan binatang. Dia juga dikenal sebagai pelahap, dan secara acak akan memilih tujuh korban dari pemukiman terdekat untuk makan mingguannya. Untungnya, dalam suatu peristiwa yang menarik, itu adalah anak kecil bernama Assipattle, yang membunuh naga mitos dengan masuk ke perutnya dengan perahu dan membakar hati makhluk itu. Namun, ruang lingkup Worm Stoor mungkin melampaui kisah kecil ini, karena beberapa ahli percaya naga monster adalah versi Orkney dari Jรถrmungandr terkenal dari mitologi Nordik (Ular Dunia yang diperkirakan akan dibunuh oleh Thor yang perkasa selama Ragnarok).

Vritra (dari India)




   Vritra disebutkan dalam teks Veda kuno Arya sebagai musuh utama Indra (raja Dewa atau 'setengah dewa'), Vritra adalah Asura (roh yang mencari kekuasaan dan dominasi) yang diwakili sebagai entitas seperti naga mitos . Juga dikenal dengan nama Veda-nya Ahi, yang diterjemahkan menjadi ‘ular’, Vritra mempersonifikasikan kekeringan yang ‘memenjarakan’ sejumlah sungai dan badan air. Di sisi lain, Indra adalah Dewa badai petir dan hujan, dan karenanya permusuhan mereka dibenarkan dengan baik dalam ruang lingkup sastra. Untuk itu, dalam pertempuran epik, Indra berhasil menghancurkan 99 benteng binatang itu, dan akhirnya membunuh naga itu sendiri dengan mematahkan rahangnya menjadi dua - dengan kekuatan yang diilhami yang dihasilkan dari minuman ajaib yang disebut 'Soma'. Prestasi heroik ini akhirnya mengarah pada kebebasan sungai yang mengalir.


Sebutan yang terhormat - Abrasax




   Abrasax (atau Abraxas) adalah istilah yang terkenal dalam tradisi Gnostik, di mana entitas dianggap sebagai ‘Archon’ atau Tuhan yang agung. Ini masuk akal secara etimologis, karena Abrasax dalam bahasa Yunani diterjemahkan menjadi 'wujud tertinggi', dengan tujuh huruf yang menunjukkan tujuh planet utama. Bahkan huruf-huruf Yunani dari kata itu menambahkan hingga 365, yang berhubungan dengan jumlah hari dalam setahun. Namun, di luar tradisi Gnostik, Abrasax sangat mungkin berasal dari mitos-mitos Persia. Menurut berbagai sumber, entitas sering dianggap sebagai iblis (yang bertentangan dengan dewa), dan itu digambarkan secara fisik sebagai hibrida antara naga mitos dan ular, dengan kepala ayam jago! Juga, dalam catatan yang menarik, telah dikemukakan bahwa kata-kata aneh Abracadabra berasal dari Abrasax.


12 Titans [ mitologi Yunani ]



  Titans yang perkasa adalah ras yang kuat yang memerintah dunia sebelum Olympian, di masa keemasan Manusia. Mereka adalah raksasa abadi dengan kekuatan luar biasa dan pengetahuan tentang ritual dan sihir agama kuno. Mereka juga dikenal sebagai Dewa Tetua dan tempat tinggal mereka di Gunung Othrys. Dalam budaya Yunani mereka ditafsirkan sebagai personifikasi bumi (Gaea) dan langit atau heavens (Uranus).

Generasi pertama Titans adalah keturunan Gaea dan Uranus yang awalnya melahirkan 12 Titans, enam pria dan enam wanita. Laki-laki adalah Coeus, Cronus, Crius, Hyperion, Iapetus dan Oceanus sementara perempuan adalah Mnemosyne, Phoebe, Rhea, Theia, Themis, Tethys. Beberapa saudara dan saudari sepelatihan, mendampingi satu sama lain sementara yang lain mendampingi putra dan putri dari keluarga mereka dan melahirkan generasi kedua Titans. Hyperion dan Theia melahirkan Eos, Helios dan Selene, sementara Coeus dan Phoebe melahirkan Leto dan Asteria. Oceanus dan Tethys melahirkan Oceanids dan Potamoi yang pada umumnya tidak disebut sebagai Titans. Namun, seorang Oceanid Clymene, putri Oceanus dan Tethys, membantu Iapetus melanjutkan generasi berikutnya dan memberinya Atlas, Prometheus, Epimetheus dan Menoetius. Crius dan saudara tirinya Eurybia, seorang putri dari Gaea dan Pontus, melahirkan Astraeus, Pallas dan Perses. Dan akhirnya, di usia lanjut Cronus dan Rhea melahirkan dewa-dewa muda, Zeus, Hades, Poseidon, Hera, Hestia dan Demeter yang memberontak melawan Cronus dan para pengikutnya. Mereka menyebut diri mereka Dewa Olympian, setelah Gunung Olympus yang merupakan tempat tinggal utama mereka.

Coeus (Koios, Polos)


   
  Coeus adalah dewa intelijen dan berpandangan jauh ke depan, yang berarti bahwa, karena pikirannya yang ingin tahu dan keinginan untuk belajar, dia dengan pengetahuan dan pemahaman yang didapat mampu melihat melampaui yang sudah jelas. Ia juga diidentifikasi sebagai dewa kebijaksanaan dan oracle surgawi. Coeus juga dikenal sebagai Pilar kutub utara di mana rasi bintang berputar dan karena itu mengendalikan poros antara Langit dan Bumi. Bersama dengan tiga bersaudara lainnya Crius, Hyperion dan Iapetus, mereka memimpin sebagai Pilar untuk memisahkan Langit dan Bumi. Dia adalah salah satu dari enam putra Uranus dan Gaea dan disebutkan oleh Apollodorus sebagai salah satu dari lima bersaudara, semuanya kecuali Oceanus, yang berpartisipasi dalam pemberontakan melawan Uranus dan kemudian menyerangnya. Ketika mereka mengalahkannya, keempat saudara itu mungkin menahannya, sementara Cronus mengebiri dia. Nama latinnya adalah Polos atau Polus dan menurut Hyginus nama Coeus digunakan untuk raksasa bukannya titan. Mereka jelas dua karakter yang berbeda yang disebutkan oleh tidak hanya Hyginus, tetapi juga oleh Virgil, penulis latin lain.

Crius (Krios, Ram, Aries)


   
  Crius adalah dewa Titan konstelasi surgawi dan juga dikenal sebagai Pilar kutub selatan. Crius, yang berarti "Ram", sering disebut sebagai awal musim dari tahun Yunani, karena rasianya disebut Aries yang saat ini berarti awal musim semi. Bersama dengan tiga bersaudara lainnya Coeus, Hyperion dan Iapetus, mereka memimpin sebagai Pilar untuk menahan Langit dan Bumi terpisah. Dia adalah salah satu dari enam putra Uranus dan Gaea dan disebutkan oleh Apollodorus sebagai salah satu dari lima bersaudara, semuanya kecuali Oceanus, yang berpartisipasi dalam pemberontakan melawan Uranus dan kemudian menyerangnya. Ketika mereka mengalahkannya, keempat saudara itu mungkin menahannya, sementara Cronus mengebiri dia. Menurut Pausanias, Crius adalah ayah dari Python, naga yang dibunuh oleh Apollo, dan juga terkait erat dengan pulau Euboea. Penulis bahkan menyebutkan dua sungai setelah titan.

Cronus (Kronos, Chronos, Saturn)


   
  Cronus adalah dewa tuhan waktu dan usia dan, di atas segalanya, terkait dengan kekuatan destruktif waktu yang cepat atau lambat akan mengkonsumsi segalanya. Dia mewakili perubahan waktu, dari statusnya sebagai Raja Zaman Emas ke tempatnya dipenjara di Tartarus, dan menurut Hesiod`s Works and Days dari Tartarus yang dipromosikan oleh Zeus untuk menjadi raja Kepulauan yang di berkati atau Elysian di suatu tempat di dunia bawah. Cronus menikah dengan saudara perempuannya Rhea dimana mereka mewakili "aliran abadi", karena mereka melahirkan dewa generasi baru, yang dikenal sebagai Dewa Olympian, yang kemudian menguasai dunia, seperti yang telah mereka lakukan di masa lalu. Menurut sebuah fragmen yang ditemukan dalam koleksi fragmen dari siklus Epik Yunani, Cronus juga memiliki keturunan lain. Dikatakan bahwa ia mengambil bentuk kuda dan menghamili Philyra, putri Oceanus, yang kemudian melahirkan centaur Chiron yang terkenal.

Hyperion


   

  Hyperion adalah dewa Titan cahaya atau sinar matahari dan dikaitkan dengan pengamatan dari atas. Ia juga dikenal sebagai Pilar timur. Bersama dengan tiga saudara laki-lakinya yang lain, Crius, Coeus, dan Iapetus, mereka memimpin sebagai Pilar untuk memisahkan Langit dan Bumi. Dia adalah salah satu dari enam putra Uranus dan Gaea dan disebutkan oleh Apollodorus sebagai salah satu dari lima bersaudara, semuanya kecuali Oceanus, yang berpartisipasi dalam pemberontakan melawan Uranus dan kemudian menyerangnya. Ketika mereka mengalahkannya, keempat saudara itu mungkin menahannya sementara Cronus mengebiri dia. Sementara sebagian besar penulis mengidentifikasi Hyperion sebagai karakter yang unik, Homer menyamakan Helios dan Hyperion sebagai satu dan karakter yang sama dan dapat dilihat di kedua eposnya, Iliad dan Odyssey.

Iapetus (Japetus, Iapetus the Piercer)


   
  Iapetus adalah dewa Titan dari rentang kehidupan fana atau dewa kematian. Dia memimpin timeline semua manusia. Julukannya, "The Piercer" atau "penindik", sebenarnya berarti bahwa ia datang untuk kehidupan fana dalam hal kekerasan. Dengan kata lain, ketika Iapetus memutuskan bahwa waktu seseorang telah habis, dia membawa kematian yang kejam kepadanya. Ia juga dikenal sebagai Pilar barat. Bersama dengan tiga bersaudara lainnya, Coeus, Hyperion dan Crius, mereka memimpin Pilar untuk memisahkan Langit dan Bumi. Dia adalah salah satu dari enam putra Uranus dan Gaea dan disebutkan oleh Apollodorus sebagai salah satu dari lima bersaudara, semuanya kecuali Oceanus, yang berpartisipasi dalam pemberontakan melawan Uranus dan kemudian menyerangnya. Ketika mereka mengalahkannya, keempat saudara itu mungkin menahannya sementara Cronus mengebiri dia.

Mnemosyne (Mnemosine, Juno Moneta, Memory)


   
  Mnemosyne adalah dewi titan ingatan dan zikir. Dia dipercaya sebagai penemu pidato dan tulisan. Dalam Hesiod, Theogony, putrinya, Muses, digambarkan sebagai roh-roh yang memiliki raja dan penyair, yang disukai para dewa dan memberi mereka kekuatan khusus dari pidato dan kebijaksanaan yang berwibawa. Mnemosyne juga merupakan salah satu dari enam putri dewa purba Uranus dan Gaea di generasi pertama Titans. Mnemosyne juga dikenal sebagai ibu dari Muses dan mewakili kenangan dari cerita dan mitos yang tersimpan dalam sejarah sebelum penemuan tulisan.

Oceanus (Okeanos, Ocean)




  Okeanos Oceanus adalah dewa Titan sungai besar yang disebut Okeanos yang diyakini melingkupi dunia dan menghubungkan dunia ini dengan alam lain, seperti alam surgawi dari mana para dewa datang dan dunia bawah tempat jiwa orang mati hidup. Dia adalah personifikasi dari semua air asin di dunia, lebih tepatnya Laut Mediterania, Samudra Atlantik dan Samudra Hindia yang paling akrab dengan orang Yunani kuno pada saat itu, dan semua air tawar yang meliputi sungai, danau, sungai dan hujan. Oceanus awalnya adalah sumber dari semua air. Namun, ketika geografi menjadi lebih dikenal dan akurat untuk orang-orang Yunani, ia ditempatkan untuk mewakili perairan Atlantik dan Samudra Hindia yang lebih asing dan tidak dikenal sementara Laut Mediterania diperintah oleh dewa Poseidon yang lebih muda, dan sungai, air mancur, sungai dan air hujan dikontrol. oleh putra dan putri titan. Oceanus, menurut sebagian besar penulis, keturunan pertama Uranus dan Gaea dan menikah dengan saudara perempuannya Tethys. Bersama-sama mereka melahirkan tiga ribu Potamoi atau dewa sungai dan Lautan, yang dikenal sebagai nimfa sungai, danau, sungai, air mancur, dan sumur yang tidak pernah kering. Namun menurut Ovid, Oceanus dikatakan sebagai salah satu dewa purba, lahir bersama Gaea.

Phoebe (Phoibe)


   

   Phoebe adalah dewi Titan kecerahan dan cahaya, sering dikaitkan dengan Selene (dewi bulan). Namun, dia tidak pernah disebut sebagai dewi bulan. Kesalahan penafsiran itu mungkin terjadi karena cucunya, Artemis, juga disebut Phoebe, setelah dia, sama seperti cucunya, Apollo, dipanggil Phoebus. Dan penulis latin semua mengacu Phoebe sebagai dewi bulan atau bulan itu sendiri, tetapi mereka jelas memiliki Artemis dalam pikiran melakukannya. Itulah mengapa Titaness sering salah diidentifikasi sebagai dewi bulan. Bagi orang-orang Yunani itu sangat sederhana dan jelas bahwa Selene adalah dewi yang benar. Roma di sisi lain terkait Artemis, Hera dan Selene ke bulan di antara yang lain, tetapi tidak menyebutkan tentang Titaness Phoebe. Namun, beberapa peneliti percaya bahwa Artemis (Diana, Phoebe) dikenal sebagai dewi bulan karena neneknya yang dia dapatkan namanya. Bagaimanapun, Phoebe agak diasosiasikan dengan para utusan, seperti saudaranya Themis dan ibunya, Gaea. Dia juga salah satu dari dua belas raksasa yang merupakan keturunan Uranus dan Gaea. Dia, seperti semua saudara perempuannya, tidak pernah terlibat dalam perang antara Titan dan dewa-dewa Olympian, dan terhindar dari dipenjara di Tartarus. Sebaliknya, ia mengambil tempatnya di oracle Delphi.

Rhea (Rheia, Opis, Ops)


   

    Rhea adalah dewi kesuburan dan ibu Titan. Dia sangat lembut dan nyaman. Namanya sebenarnya berarti "ease" atau "nyaman / kemudahan" dan karena itu ini mungkin alasan dia ditafsirkan dan dipuja sebagai dewi kenyamanan dan kemudahan. Menurut beberapa penulis, ia juga digambarkan sebagai dewi ibu tertinggi, sama seperti ibunya,Gaea dan apa yang kemudian kepada  putrinya yaitu Hera, tetapi dalam himne Orphic Rhea bahkan digambarkan sebagai dewi tertinggi, ibu dari semua dewa dan manusia. Dikatakan bahwa bahkan Uranus dan Gaea berasal darinya. Dan seolah-olah tidak ada kebingungan yang cukup, menurut berbagai penulis Rhea juga digambarkan sebagai dewi Cybelean yang rumahnya di Phyrgia yang berarti bahwa mereka menyamakannya dengan Cybelle, dewi bumi Anatolia, tetapi untuk kembali ke kepercayaan mainstream, yang didukung oleh kebanyakan penulis, Rhea adalah putri Uranus dan Gaea, dan karena dia menikah dengan kakaknya Cronus, dia juga ratu dari Cosmos. Bersama-sama mereka mewakili “aliran abadi” saat mereka melahirkan generasi baru dewa yang kemudian menguasai dunia, sama seperti mereka dan para dewa lainnya telah melakukannya di masa lalu. Karena itu dia juga diidentifikasi sebagai dewi generasi.

Tethys
   

 
  Tethys adalah dewi Titan dari semua air tawar di bumi. Dia adalah salah satu dari enam anak perempuan Uranus dan Gaea. Dia menikahi Oceanus (personifikasi dari semua air asin di bumi) dan, menurut Hesiod, mereka melahirkan tiga ribu Potamoi atau dewa sungai dan Oceanids, yang dikenal sebagai nimfa laut, sungai, danau, air mancur, dan rawa-rawa. Dia juga dipercaya untuk menyusui dan memberi makan anak-anaknya dengan mengambil air dari Oceanus melalui saluran bawah tanah dan juga merawat semua makhluk yang hidup di perairan seperti ikan, anjing laut dan lumba-lumba. Selama perang antara Titan dan dewa Olympian yang lebih muda, Tethys diyakini telah membesarkan Hera sebagai anak tirinya. Menurut Claudian dia juga dikatakan telah merawat Helios dan Selene. Dalam seni ia sering digambarkan dengan sepasang sayap kecil tepat di atas alisnya yang mungkin dia tidak hanya menjadi ibu dari sungai dan persediaan air segar lainnya tetapi juga sebagai ibu dari Nephelai (hujan-awan) dan Aurai ( angin) yang terkait dengan dewa Langit.

Theia (Thia, Thea, Euryphaessa)



   

   Theia atau Thea adalah dewi Titan yang bersinar, yang berasosiasi dengan cahaya menyinari, logam atau permata berkilau. Namanya yang lain Euryphaessa berarti "lebar-bersinar" dan karena itu dia terhubung dengan semua yang bersinar. Di Pindar`s Isthmian Odes, Theia digambarkan sebagai dewi bersinar setelah orang-orang menghormati emas sebagai objek bersinar yang paling kuat. Dia juga seorang dewi penglihatan, karena orang Yunani kuno percaya bahwa mata memancarkan sinar cahaya yang memungkinkan mereka untuk melihat apa yang mereka lihat. Dia adalah salah satu dari dua belas raksasa dan satu dari enam putri Uranus dan Gaea. Theia juga, seperti saudara-saudara perempuannya Phoebe dan Themis, terkait dengan nubuatan. Dia memiliki sebuah kuil di Thessaly.

Themis


  Themis adalah dewi Titan hukum, tatanan, dan setelan. Dia adalah seorang putri dari Uranus dan Gaea dan merupakan pembawa pesan dari aturan perilaku yang paling pertama, yang didirikan oleh para dewa tua. Tempatnya berada di Oracle of Delphi di mana dia adalah salah satu utusan awal, kedua lebih tepat menurut Aeschylus. Dalam peran suara ilahi (themistes), ia pertama kali menginstruksikan hukum dasar keadilan dan moralitas kepada umat manusia. Beberapa di antaranya adalah ajaran kesalehan, aturan keramah-tamahan, tata pemerintahan yang baik, pelaksanaan perakitan dan berbagai persembahan kepada dewa-dewa. Themis juga dikenal sebagai konselor dari Zeus, menasihati raja dewa pada perilaku laki-laki. Bersama putrinya Dike (keadilan) dia akan melaporkan kepada Zeus, jika hukum primal telah dilanggar oleh siapa pun. Dia juga dikatakan telah mengumpulkan semua dewa di majelis di Olympus atas perintah Zeus`.


Monday, September 3, 2018

Perang Troya



  Dalam mitologi Yunani, Perang Troya dilancarkan terhadap kota Troy oleh Akhaia (Yunani) setelah Paris dari Troy mengambil Helen dari suaminya Menelaus, raja Sparta. Perang adalah salah satu peristiwa paling penting dalam mitologi Yunani dan telah diceritakan melalui banyak karya sastra Yunani, terutama karya Homer Iliad. Inti dari Iliad (Buku II - XXIII) menggambarkan periode empat hari dan dua malam pada tahun kesepuluh dari pengepungan Troy selama sepuluh tahun; Odyssey menggambarkan perjalanan pulang Odysseus, salah satu pahlawan perang. Bagian lain dari perang dijelaskan dalam siklus puisi epik, yang telah bertahan melalui fragmen. Episode dari perang menyediakan materi untuk tragedi Yunani dan karya sastra Yunani lainnya, dan untuk penyair Romawi termasuk Virgil dan Ovid.

Zeus percaya bahwa jumlah manusia yang menempati Bumi terlalu tinggi dan memutuskan sudah waktunya untuk menurunkannya. Selain itu, karena dia memiliki berbagai urusan dengan wanita fana dan anak-anak setengah dewa, dia pikir itu akan baik untuk menyingkirkan mereka. Dia membentuk rencana setelah dia belajar dari dua nubuatan; salah satu dari mereka mengatakan bahwa dia akan dicopot oleh salah satu putranya, seperti yang dia lakukan dengan ayahnya sendiri, Cronus; nubuatan lainnya menyebutkan bahwa bidadari laut Thetis, yang baginya Zeus telah jatuh, akan melahirkan seorang putra yang akan melampaui ayahnya dalam kemuliaan. Jadi, Zeus memutuskan untuk menikahi Thetis dengan Raja Peleus.

Dewa para dewa mengorganisir pesta besar dalam perayaan pernikahan Peleus dan Thetis, di mana semua dewa dan tokoh-tokoh penting diundang, kecuali dewi perselisihan, Eris. Sang dewi berhenti di pintu, yang di jaga oleh Hermes, hal itu membuatnya marah. Sebelum dia pergi, dia melemparkan hadiahnya di tengah-tengah para tamu; Apple of Discord, sebuah apel emas di mana kata-kata "sampai yang paling adil" telah dituliskan. Hera, Athena, dan Aphrodite mulai bertengkar tentang siapa yang seharusnya menjadi orang yang mengambil apel, dan menuntut Zeus memutuskan masalah ini. Zeus tahu bahwa jika dia membuat pilihan, dia akan menyebabkan kemarahan dari dua lainnya yang tidak akan dipetik, dan memutuskan untuk tidak melakukannya; sebaliknya, ia menunjuk Paris, pangeran muda Troy, sebagai hakim. Paris tidak bisa membuat keputusan, bahkan setelah melihat ketiga dewi itu telanjang, jadi mereka mulai menyuapnya; Hera mengatakan bahwa dia akan mendapatkan kekuatan politik dan menjadi penguasa benua Asia; Athena akan memberinya kebijaksanaan dan keterampilan hebat dalam pertempuran; dan Aphrodite menawarinya wanita paling cantik di dunia, Helen of Sparta. Paris memberikan apel itu kepada Aphrodite, dan kembali ke Troy.

Peleus dan Thetis memiliki seorang putra, Achilles, yang telah diberi dua nubuat; salah satunya adalah bahwa ia akan menjalani kehidupan yang tidak lama tetapi panjang, atau yang mulia tetapi ia akan mati muda di medan perang; ramalan lainnya adalah bahwa tanpa bantuannya, kota Troy tidak akan pernah jatuh. Takut akan kehidupan putranya, Thetis memutuskan untuk memberikan keabadian kepadanya. Ketika dia masih bayi, dia membawanya ke Sungai Styx, salah satu sungai yang mengalir melalui Dunia Bawah, dan mencelupkannya ke dalam air, sehingga membuatnya kebal. Namun, Thetis tidak menyadari bahwa tumit bocah itu, yang darinya dia memeluknya, tidak menyentuh air dan tetap fana; ini akan menjadi akhir dari Achilles, dan merupakan asal dari frasa modern "Achilles 'heel", menandakan titik yang rentan. Setelah ritual itu, ia mendandaninya sebagai seorang gadis dan menyembunyikannya di istana Raja Lycomedes dari Skyros.

Sementara itu, wanita tercantik di dunia, Helen, adalah putri Raja Tyndareus dari Sparta, dan banyak pelamar mulia telah tiba untuk mengklaim tangannya dalam pernikahan. Tyndareus tidak ingin membuat pilihan karena takut menyebabkan ketegangan politik, dan memutuskan keputusan itu. Salah satu pelamar, Odiseus, menawarkan bantuan untuk memecahkan situasi, meminta imbalan atas Penelope; Tyndareus setuju, dan Odiseus meminta agar semua pelamar bersumpah bahwa mereka akan melindungi pasangan itu tidak peduli siapa pengantin laki-laki itu. Setelah sumpah itu diambil, Tyndareus memilih Menelaus sebagai suami putrinya, secara efektif membuatnya menjadi penerus takhta Spartan melalui Helen. Namun, Menelaus menyebabkan kemarahan Aphrodite, setelah gagal mengorbankan seratus lembu untuknya seperti yang dijanjikan kepadanya; inilah mengapa Aphrodite memutuskan untuk membantu Paris memenangkan hati Helen. Sang dewi membuat rencana dan menyamar sebagai utusan diplomatik. Dia kemudian pergi ke Sparta, di mana Helen menyambutnya, sementara suaminya pergi ke Kreta untuk menguburkan pamannya. Pada saat itu, dewa cinta, Eros, menembakkan panah padanya, sehingga menyebabkan dia jatuh cinta dengan pangeran Trojan. Kedua kekasih itu kawin lari dan pergi ke Troy.

Menelaus kembali ke rumah dan menyadari apa yang telah terjadi. Bersama Odysseus, mereka pergi ke Troy untuk mendapatkan Helen kembali, tetapi semua upaya diplomatik gagal. Jadi, Menelaus menyerukan Sumpah Tyndareus, dan, dibantu oleh saudaranya Agamemnon, memanggil semua pemimpin Achaean yang sebelumnya telah menjadi pelamar Helen untuk memenuhi sumpah mereka. Mereka juga membutuhkan bantuan Achilles, karena mereka tahu ramalan bahwa Troy hanya akan jatuh dengan bantuannya. Odysseus, Telamonian Ajax dan Phoenix pergi ke Skyros di mana mereka tahu Achilles disembunyikan sebagai seorang wanita. Di sana, mereka meledakkan warhol, di mana Achilles adalah satu-satunya wanita yang membawa tombak di tangan; atau mereka muncul sebagai pedagang yang menjual permata dan senjata, dan Achilles adalah satu-satunya wanita yang tertarik pada yang terakhir.

Setelah Achilles bersama mereka, semua pemimpin berkumpul di pelabuhan Aulis. Pengorbanan dibuat untuk Apollo, dan dewa mengirim pertanda; Keluarga Achaea melihat seekor ular muncul dari altar yang merayap ke sarang burung, di mana ia memakan ibu dan sembilan bayi sebelum berubah menjadi batu. Peramal Calchas mengatakan bahwa ini berarti Troy akan jatuh pada tahun kesepuluh perang. Keluarga Akhaia berlayar ke Troy, meski tidak ada yang tahu jalannya. Tanpa sengaja, mereka tiba di Mysia, diperintah oleh Raja Telephus; Setelah pertempuran, di mana Achilles melukai raja, kapal Achaean berlayar tetapi badai menghamburkan mereka. Luka Telephus tidak akan sembuh, dan seorang oracle memberitahunya bahwa itu akan disembuhkan oleh orang yang menimpanya. Ketika Telepus menghadapi Achilles, dia mengatakan dia tidak memiliki pengetahuan medis; Odiseus kemudian mengusulkan bahwa tombak yang menyebabkan luka itu bisa membantu, sehingga potongan-potongan logam digunakan dan lukanya disembuhkan. Telephus lalu memberi tahu mereka bagaimana mereka akan mencapai Troy.

Karena badai yang menghamburkan armada, para pemimpin Achaean akhirnya berkumpul di Aulis lagi delapan tahun kemudian. Namun, mereka tidak dapat berlayar karena tidak ada angin. Calchas menyadari bahwa ini adalah hukuman dari dewi Artemis, yang sangat marah pada Agamemnon karena membunuh rusa suci. Artemis menuntut agar anak perempuan Agamemnon, Iphigenia, dikorbankan. Meskipun Agamemnon awalnya menolak, akhirnya dia dengan enggan menyetujui, dan menipu istrinya Clytemnestra dan Iphigenia untuk pergi ke Aulis, mengatakan bahwa Iphigenia akan menikahi Achilles. Ketika mereka tiba di Aulis dan memahami apa yang sedang terjadi, Clytemnestra mengutuk Agamemnon dan alasan dia membunuhnya setelah perang berakhir. Iphigenia dengan anggun menerima nasibnya dan menempatkan dirinya di altar; Namun, tepat ketika Calchas hendak mengorbankan dirinya, Artemis menggantikan wanita itu dengan seekor rusa dan membawanya ke Tauris di mana ia menjadi pendeta wanita dewi. Namun demikian, tidak seorang pun melihat apa yang terjadi di altar kecuali Calchas, yang terikat untuk tidak mengatakan apa pun.

Angin kembali bertiup setelah pengorbanan dan armada Achaean akhirnya bisa berlayar. Mereka berhenti di pulau Tenedos, tempat Achilles membunuh raja, yang merupakan putra dewa Apollo. Thetis telah memperingatkan putranya untuk tidak membunuh raja, jangan sampai dia dibunuh oleh dewa itu sendiri. Ini juga merupakan ramalan nasib pahlawan. Sementara di pulau itu, orang-orang Yunani mengirim misi diplomatik ke Troy meminta Helen, tetapi ditolak ke kota. Jadi armada itu berlayar pada akhir perjalanannya.

Ketika armada tiba, mereka semua enggan turun, karena ramalan mengatakan bahwa orang Yunani pertama yang menginjak tanah Troya akan menjadi yang pertama mati dalam perang. Akhirnya, Odysseus memutuskan untuk turun terlebih dahulu; Namun, dia melemparkan perisainya ke tanah dan menginjaknya, sementara Protesilaus yang mengikutinya mendarat di tanah. Dengan demikian, Protesilaus yang meninggal lebih dulu, selama satu pertempuran melawan pangeran Hector.

Pengepungan Troy berlangsung sembilan tahun, tetapi tidak lengkap, Troy masih mampu mempertahankan hubungan perdagangan dengan kota-kota Asia lainnya, serta mendapatkan bala bantuan. Pada akhir tahun kesembilan, tentara Achaean memberontak dan menuntut mereka pulang, tetapi Achilles akhirnya meyakinkan mereka untuk tinggal lebih lama.

Pada tahun kesepuluh, pendeta Apollo, Chryses, pergi ke Agamemnon dan meminta putrinya kembali, yang telah diambil sebagai selir. Agamemnon menolak, dan Chryses berdoa kepada Apollo, yang menumpas tentara Yunani dengan wabah. Agamemnon mengembalikan Chryseis kepada ayahnya, tetapi malah mengambil selir Achilles untuknya sendiri. Achilles, geram, mengatakan dia tidak akan lagi bertarung dan tinggal di tendanya. Meskipun Achaean awalnya memenangkan beberapa pertempuran, penolakan Achilles untuk melawan menyebabkan serangkaian kekalahan, sampai-sampai Trojans hampir membakar kapal-kapal Yunani. Kemudian, Patroclus, teman dekat Achilles, mengambil alih komando pasukan Myrmidon, tetapi tewas dalam pertempuran oleh Hector. Achilles, marah karena kesedihan, bersumpah membalas dendam; Agamemnon mengembalikan selir itu kepadanya dan kedua pemimpin itu berdamai. Pasukan Yunani sekali lagi menang, dan Achilles akhirnya berhasil membunuh Hector; dia menolak untuk memberikan tubuh Hector kepada orang-orang Troya untuk dimakamkan, dan sebagai gantinya, dia menodainya dengan menyeretnya dengan kereta perangnya di depan tembok kota. Dia akhirnya setuju untuk mengembalikannya, setelah Raja Priam dari Troy memohon untuk penguburan anaknya yang layak.

Achilles kemudian mati karena panah beracun yang ditembakkan Paris terhadapnya. Anak panah itu dibimbing oleh dewa Apollo dan memukul Achilles di tumitnya, yang merupakan satu-satunya tempat yang rentan dari tubuh pahlawan. Achilles dibakar di tumpukan kayu bakar dan tulang-tulangnya dicampur dengan teman dekatnya Patroclus. Paris dibunuh kemudian oleh Philoctetes, menggunakan busur Heracles.

Odysseus menyusun rencana untuk mengakhiri perang untuk selamanya. Dia meminta agar kuda kayu dibangun di dalamnya. Tentara bersembunyi di bagian dalam kuda, yang dibawa di depan gerbang kota, mengatakan bahwa itu adalah hadiah dari orang Yunani, menunjukkan penarikan tentara Yunani dan berakhirnya perang. Para Troya dengan senang hati menerima dan membawa kuda itu di dalam kota. Mereka kemudian mulai berpesta dan merayakan kemenangan. Pada malam itu, para prajurit Yunani keluar dari kuda dan mulai membunuh para Troya yang mabuk. Dalam pertempuran berikutnya, sejumlah besar tentara tewas tetapi akhirnya, Troy jatuh. Orang Yunani membakarnya dan menyerbunya, pada saat yang sama melakukan pelanggaran terhadap banyak dewa, dengan menghancurkan kuil dan tanah suci. Meskipun menang, sebagian besar pahlawan dan tentara Yunani tidak pernah pulang atau kembali setelah banyak petualangan, karena para dewa marah.

Perang Troya menandai berakhirnya Zaman Pahlawan Manusia, menurut Hesiodus, dan transisi dunia ke Zaman Besi. Upaya Zeus untuk mengosongkan bumi dan membunuh sejumlah dewa dan pahlawan terbukti berhasil.