Sunday, October 6, 2013

Cerberus



mitologi cerberus


  Cerberus atau Kerberos dalam mitologi Yunani dan Romawi adalah makhluk sejenis anjing (biasanya) digambarkan berkepala tiga yang menjaga gerbang dari Dunia Bawah, untuk mencegah siapapun yang telah menyeberangi Sungai Styx untuk kabur. Cerberus terdapat dibanyak literatur dan arsitektur Romawi dan Yunani kuno juga modern, walaupun penggambaran dan latar belakang Cerberus seringkali berbeda sesuai dengan zaman pembuatannya. Yang seringkali membuatnya berbeda adalah dari jumlah kepala Cerberu; banyak sumber menggambarkan Cerberus berkepala tiga; sumber lainnya menggambarkan Cerberus dengan jumlah yang lain, kadang berjumlah dua, atau hanya satu kepala; dan sisanya menggambarkan Cerberus memiliki lima puluh hingga seratus kepala.

  Cerberus adalah anak dari Echidna, perempuan moster separuh manusia separuh ular dan Typhon, monster besar yang ditakuti oleh para Dewa. Cerberus diceritakan masih bersaudara dengan Hydra Lernaea, Orthos dan Chimera. Penggambaran umum tentang Cerberus dalam mitologi dan budaya Yunani, memiliki tiga buah kepala yang disebutkan masing-masing kepala memiliki kemampuannya tersendiri; satu kepala mampu melihat masa lalu, satu kepala mampu melihat yang sedang terjadi sekarang, dan satu kepala lainnya mampu melihat masa yang akan datang, meski dari sumber lain menyebutkan ketiga kepalanya merepresentasi kan sebagai kelahiran, kehidupan, dan kematian. Cerberus hanya akan makan daging segar, entah dari manusia, binatang, ataupun Dewa, dan dengan bebas membiarkan ruh-ruh yang telah mati untuk masuk ke dalam Dunia Bawah. Selain menjaga gerbang Dunia Bawah, Cerberus juga peliharaan Hades yang sangat setia menjaganya.

  Menangkap Cerberus tanpa menggunakan senjata adalah tugas terakhir untuk Heracles yang diberikan Raja Eurytheus setelah anaknya terbunuh oleh Megara setelah dia dibuat gila oleh Hera. Dan bagaimanapun juga, tugasnya sangat sulit dan berbahaya. Setelah mengambil tugas, Heracles pergi menuju Eleusis untuk memulai dari dalam Eleusis Mysteries jadi Heracles dapat belajar bagaimana cara masuk dan keluar dari Dunia Bawah hidup-hidup dan melewati para Centaur pembunuh. Akhirnya Heracles menemukan jalan untuk masuk ke Dunia Bawah di Tanaerum dengan bantuan dari Athena dan Hermes yang menunjukkan jalannya. Dia melewati Charon dengan bantuan Hestia meskipun susah payah. Saat sampai di Dunia Bawah, Heracles bertemu Theseus dan Pirithous. Dua teman yang dihukum dan dipenjarakan oleh Hades karena usahanya untuk menculik Persephone.

  Salah satu tradisi menceritakan, Heracles bertemu keduanya dengan keadaan kaki yang dililit oleh banyak ular yang telah berubah menjadi batu; tradisi lain menyebutkan jika keduanya didudukkan pada sebuah kursi yang membuat mereka kehilangan ingatannya. Pertama Heracles menarik Thesseus dari kursinya namun tidak bisa karena kakinya terjebak pada kursinya dan saat Heracles berusaha membebaskan Pirithous, bumi tiba-tiba bergetar keras menolak untuk membebaskannya jadi Heracles meninggalkannya.

  Setelah meninggalkan keduanya, Heracles bertemu dengan Hades dan meminta izin untuk membawa Cerberus ke permukaan. Hades memberikan izin kepada Heracles, namun dengan sebuah syarat, Heracles harus mengendarai Cerberus tanpa menggunakan senjata apapun. Ternyata Heracles mampu menaklukkan Cerberus dan mengendarainya dari belakang punggung Cerberus melewati gua Peloponnese dan membawanya kepada Eurystheus. Sang Raja yang ketakutan dengan datangnya Cerberus ke kerajaan segera naik ke atas Pithos dan menyuruh Heracles untuk membawanya kembali ke Dunia Bawah dan membebaskan Heracles sebagai imbalannya.

Dengarkan Dengan Audio

Saturday, October 5, 2013

Perseus


perseus myth pic

  Di kerajaan Argos terdapat seorang putri yang bernama Danae, dia adalah putri dari Akrisios raja Argos. Suatu hari, disebabkan rasa kecewa atas kesialannya karena tidak memiliki seorangpun cucu, dia berkonsultasi dengan Orakel Delphi. Namun hasil konsultasinya sangat mengejutkan. Orakel meramalkan bahwa anak dari Danae (cucu Arkisios) akan membunuhnya suatu hari nanti. Danae saat itu masih belum memiliki anak, dan untuk menjaganya tetap begitu, Akrisios memenjarakannya di menara perunggu.

  Suatu hari Zeus mendatangi Danae dalam bentuk pancuran air dan menghamilinya. Dari hubungan tersebut lahirlah seorang anak laki-laki yang dberi nama Perseus.

  Akrisios terkejut ketika tahu bahwa putrinya melahirkan anak dari Zeus. Akrisios ingin membunuh anak itu tetapi dia takut memicu kemarahan para dewa karena membunuh Keturunan Zeus dan Putri kandungnya sendiri, akhirnya raja Akrisios memutuskan untuk memasukan Danae dan Perseus ke dalam sebuah peti kayu dan membuangnya ke laut.

  Peti itu terdampar di Pulau Serifos, tempat mereka diangkat dan diselamatkan oleh seorang nelayan bernama Diktis, yang kemudian membesarkan Perseus hingga dewasa. Diktis adalah saudara dari Polidektes, raja Pulau Serifos.

  Lama kelamaan, Polidektes jatuh cinta pada Danae. Namun Perseus sekarang sudah tumbuh besar dan selalu menjaga ibunya dari paksaan Polidektes sehingga Polidektes menyusun sebuah rencana untuk manjauhkan Perseus dari Danae.

  Ketika suatu hari Polidektes berusaha mendekati ibunya, Perseus kembali melarang Polidektes. Akhirnya Polidektes berkata bahwa dia akan menikahi seorang gadis yang sangat menyukai kuda. Polidektes pun menginginkan semua orang untuk memberkan hadiah yang sesuai kepada calon istrinya. Polidektes lalu bertanya pada Perseus, "Apa yang akan kau berikan sebagai hadiah? Sepasukan Kuda? Kereta Kuda? atau mungkin sekotak perhiasan?".

  Perseus menjawab bahwa dia tidak punya apa-apa. Polidektes pun menyebut Perseus sebagai orang miskin yang malas. Perseus marah karena dihina seperti itu, lalu Perseus menyatakan bahwa dia bisa membawakan benda apapun yang diinginkan oleh Polidekes.

  "Baiklah!!" Kata Polidektes, "Bawakan kepala Medusa untukku!!". Perseus menyanggupi permintaan Polidektes dan segera berangkat mencari Medusa.

  Setelah menerima tugas itu, untuk waktu yang lama Perseus berkelana tanpa tujuan dan tanpa harapan untuk menemukan tempat tinggal para Gorgon. Ditengah keputusasaannya, tiba-tiba dia datang oleh dewi Athena. Sang dewi memberitahunya bahwa para Nimph utara akan memberikannya alat-alat untuk membunuh Medusa dan hanya para Graia yang mengetahui tampat para Nimph.

  Para Graia adalah perempuan tua dengan satu bola mata dan satu gigi yang mereka pakai bergantian. Perseus merebut mata mereka dan menanyakan tempat para Nimph, setelah diberi tahu Perseus mengembalikan mata mereka. Lalu Perseus pergi ke tempat para Nimph.

  Disana, para Nimph meminjamkannya kantung kibisis untuk menyimpan kepala Medusa, pedang dari Zeus, sandal bersayap dari Hermes, dan helm kegelapan dari Hades. Athena juga meminjamkannya perisai cermin. Setelah mendapat berbagai senjata, Perseus pun memakai sandal bersayap dan terbang menuju sarang para Gorgon.

  Sesampainya disana, Perseus mengenakan helm kegelapan dan menjadi tak terlihat, karena Medusa memiliki dua orang saudari yang sama ganas, sehingga Perseus tidak mau wujudnya diketahui dan akhirnya dikejar oleh dua Gorgon lain. Perseus masuk dan berjalan mundur ke arah para Gorgon yang sedang tertidur. Dia melihat wujud para Gorgon tersebut melalu perisai cermin yang diberikan oleh Athena. Perseus mendekati Medusa dan langsung memotong kepala Medusa dengan pedangnya. Perseus lalu memasukan kepala Medusa ke dalam katung kibisis, dan bergegas pergi dari sarang para Gorgon menggunakan sandal bersayap Hermes.

  Sementara dari tubuh Medusa yang tanpa kepala lahirlah Pegasus dan Khrisaor. Dua Gorgon lainnya terbangun karena lahirnya Pegasus dan Khrisaor, namun tidak dapat menemukan keberadaan orang yang membunuh Medusa.

  Dalam perjalanan pulang ke Serifos, Perseus mengalami banyak petualangan, di antaranya dia melihat Atlas yang sedang memikul langit. Perseus merasa kasihan dan menunjukan padanya kepala Medusa sehingga Atlas berubah menjadi batu dan tidak lagi merasa letih.

  Lalu Perseus terbang dengan cepat ke arah selatan. Esok harinya, Perseus terbang melintasi Gurun di Libya, beberapa tetes darah Medusa jatuh ke pasir dan munculah sekumpulan ular berbisa di gurun itu. Perseus melanjutkan perjalanannya dan melihat sebuah patung yang dirantai pada batu karang. Setelah diamati, ternyata itu bukanlah patung melainkan seorang perempuan. Perseus mendekati perempuan itu dan bertanya kenapa dia dirantai di tengah laut.

  Gadis itu pun bercerita. Dia adalah Andromeda, Putri dari Kefeus dan Kassiopia. Kassiopia pernah menyombingkan bahwa putrinya lebih cantik dari para Nereid (putri-putri Poseidon). Para Nereid mendengarnya dan melaporkan hal tersebut pada ayah mereka. Sang ayah pun marah dan mengirimkan bencana serta monster laut bernama Ketos ke kerajaan yang dipimpin oleh Kefeus.

  Ketika Kefeus berkonsultasi pada Orakel, dia diberitahu bahwa satu-satunya harapan adalah dengan mengorbankan putrinya sendiri kepada Ketos. Akhirnya Kefeus pun melakunkannya, dia merantai putrinya di sebuah batu karang dan membiarkannya agar dimakan oleh Ketos.

  Selesai Andromeda bercerita, tiba-tiba dari laut munculah monster yang sangat besar. Perseus menggunakan kepala Medusa dan monster itu pun berubah menjadi batu. Perseus lalu menghancurkan monster itu dengan pedangnya. Perseus membebaskan Andromeda dan membawanya pada ayahnya raja Kefeus, untuk meminta izin menikahi Andromeda.

  Kefeus menggelar pesta untuk Perseus dan Andromeda. Namun pesta itu diganggu oleh Finius yang dulu dijanjikan oleh Kefeus untuk dinikahkan dengan Andromeda. Perselisihan pun terjadi antara pendukung Finius dengan pendukung Perseus.

  Untuk menghentikan semua itu, Perseus pun mengeluarkan kepala Medusa. Namun dia terlebih dahulu menyuruh teman-temannya untuk menutup mata mereka sehingga Finius dan para pendukungnya yang berubah menjadi batu.

  Perseus dan Andromeda kemudian menikah dan memiliki anak bernama Perses. Perseus lalu pergi bersama Andromeda menuju Serifos sementara Perses ditinggal untuk mewarisi tahta dari Kefeus.

  Sesampainya di Serifos dia mengetahui bahwa ibunya dan Diktis sedang bersembunyi di kuil karena Polidektes berusaha menikahi paksa ibunya.  Perseus marah atas perbuatan Polidektes selama dia pergi. Perseus lalu menitipkan Andromeda pada ibunya dan bergegas menuju istana Polidektes.

  Di istana, Polidektes dan anak buahnya tidak mempercayai bahwa Perseus telah berhasil membunuh Medusa. Mereka malah menertawainya, lalu Perseus mengeluarkan kepala Medusa dan mengubah Polidektes berserta anak buahnya menjadi batu.

  Setelah itu Perseus tidak lagi membutuhkan kepala Medusa, maka dia memberikan kepala itu kepada dewi Athena, yang memasangnya di tengah-tengah perisai Aegis. Tidak lupa Perseus mengembalikan semua peralatan yang dia pinjam.

  Perseus bersama Andromeda tinggal sebentar di Serifos sebelum akhirnya Perseus memutuskan untuk kembali ke Argos untuk menemui kakeknya. Sementara sang kakek, Akrisios, tentu saja ketakutan mengetahui bahwa cucunya masih hidup padahal Perseus tentu saja tidak berniat untuk membunuh kakeknya itu. Akrisios pun kabur menuju Larissa di Thessali, dan Perseus mengikutinya.

  Sementara itu Teutamides, raja Larissa mengadakan upacara pemakaman ayahnya. Dalam upacara itu, diselenggarakan perlombaan olahraga. Perseus ikut serta dalam kontes lempar cakram. Ketika Perseus melempar cakramnya, cakram tersebut dengan tidak sengaja menghantam kepala sorang pria tua, yang ternyata adalah Akrisios, dengan demikian ramalan itu telah terlaksana. Perseus sangat berduka karena telah membunuh kakeknya sendiri.

  Perseus sebenarnya berhak atas tahta Argos. Namun dia merasa malu atas pembunuhan yang dilakukannya pada kakeknya. Akhirnya Perseus menukarkan kerajaan Argos dengan kerajaan Tirins yang dipimpin oleh pamannya Megapenthes, maka Perseus pun menjadi raja Tirins.

  Pada masa pemerintahannya, Perseus mendirikan kota baru yang dia sebut Mikene. Kota ini pada masa selanjutnya bahkan menjadi lebih kuat dari pada Tirins.

  Andromeda memberikan Perseus seorang putri dan lima orang putra. Setelah Perseus dan Andromeda meninggal, para dewa menempatkan mereka di angkasa sebagai rasi bintang. Orang tua Andromeda juga di jadikan rasi bintang, dan salah satu keturunan Perseus yang terkenal adalah Herakles.

Medusa

Medusa myth pic


  Medusa adalah  anak perempuan dari phorkys dan keto (anak dari gaia dan okeanos). Medusa merupakan salah satu dari tiga gorgon (Medusa, Stheno, dan Euriale) yang tidak abadi, sehingga Perseus dapat membunuhnya. Medusa di gambarkan sebagai perempuan berambut ular yang menyeramkan dan berbahaya. Disebutkan bahwa barang siapa yang memandang matanya akan berubah menjadi batu.

  Menurut bahasa yunani (medousa), berarti "penjaga" atau "pelindung". Dikisahkan medusa terlahir sebagai wanita yang sangat cantik dengan rambut panjang dan berkilau, mata hijau bagaikan hamparan air laut yang jernih, kulit semulus porselin dan paras yang amat sangat cantik. Banyak juga orang yang penasaran soal penggambaran medusa sebelum dia dikutuk menjadi wanita menyeramkan berambut ular.

  Awalnya medusa bersama dengan perawan lainnya bekerja menjadi penjaga di kuil Athena, hingga suatu saat Poseidon sang dewa laut tidak tahan melihat kecantikan medusa dan akhirnya "merajahi" medusa. Athena pun murka karena medusa telah merusak kesucian kuilnya dan akhirnya mengutuk medusa menjadi monster perempuan.

Rambutnya yang indah diubah menjadi ular-ular berbisa yang tidak pernah tidur dan wajahnyapun dirubah menjadi sedemikian buruknya, tidak cukup dengan itu, matanyapun dirubah menjadi sangat tidak jelas sehingga siapapun yang melihat matanya akan berubah menjadi batu.

  Medusa dibunuh oleh Perseus (anak dari Danae putri dari Raja Akrisios) atas perintah Raja Polidektes dari serifos yang meminta kepala medusa sebagai hadiah. Setelah menerima tugas itu, Perseus berkelana mencari tempat tinggal para gorgon dengan rasa putus asa. Ditengah keputusasaannya, tiba-tiba dia didatangi oleh Dewi Athena. Sang dewi meberitahunya bahwa para Nimph utara akan memberikannya alat-alat untuk membunuh medusa dan hanya para Graiai yang mengetahui tempat para nimph.

  para Graiai adalah tiga orang perempuan tua yang hanya memiliki satu bola mata dan satu gigi yang mereka pakai bergantian. Perseus merebut mata mereka dan menanyakan tempat para Nimph. Setelah diberitahu, Perseus mengembalikan mata mereka lalu Perseus pergi ketempat para nimph. Disana para Nimph meminjamkannya kantung kibisis untuk menyimpan kepala medusa, pedang dari Zeus, sandal bersayap dari Hermes, dan helm kegelapan dari Hades. Athena juga meminjamkannya perisai cermin.

  setelah medapat berbagai senjata, Perseus pun memakai sandal bersayap dan terbang menuju sarang para gorgon. Sesampainya disana, Perseus mengenakan helm kegelapan dan menjadi tak telihat, karena medusa memiliki dua orang saudari yang sama ganas, sehingga dia tidak mau wujudnya diketahui dan dikejar oleh dua gorgon lain. Perseus masuk dan berjalan mundur kearah para gorgon (Stheno, Medusa, dan Euriale) yang sedang tertidur. Perseus melihat wujud gorgon tersebut melalui perisai cermin yang diberikan oleh Athena.

  Perseus lalu medekati medusa dan langsung memotong kepala medusa dengan pedangnya. Kemudian Perseus memasukan kepala medusa kekantung kibisis, dan bergegas pergi dari sarang para gorgon menggunakan sandal bersayap Hermes. Sementara dari tubuh medusa yang tanpa kepala terlahirlah Pegasus dan Khrisaor. Karena keabadian medusa, meskipun kepalanya terpisah dari tubuhnya, kekuatan matanya masih bisa dimanfaatkan oleh Perseus dan Athena untuk merubah musuh-musuh mereka menjadi batu.

  selama beberapa waktu, Perseus menggunakan kepala medusa sebagai senjata. Lalu kemudian kepala itu diserahkan kepada Athena untuk dipasang pada perisai aigis.

Mendengarkan Dengan Audio