Sunday, October 20, 2013

Apollo

mitologi apollo
  

  Apollo adalah dewa musik, ramalan, panahan, penyembuhan, dan dewa masa muda. Dia adalah saudara kembar Artemis. Apollo merupakan putra Titan Leto, anak perempuan Titan Koios dan Foibe.

  Apollo terkenal dengan nama Foibos Apollo, dan dengan demikian dikenal pula sebagai dewa cahaya dan matahari. Apollo dengan tubuh yang sempurna  yaitu berotot namun muda. Patung Apollo juga tidak pernah digambarkan memiliki janggut.

  Apollo adalah dewa panahan, dia membawa busur perak seperti Artemis. Apollo senang berburu bersama saudarinya itu, dan kadang-kadang bersama ibunya. Apollo juga memiliki sebuah pedang emas. Apollo juga adalah dewa musik, Hermes memberinya alat musik lira yang telah dia ciptakan. Hermes membuatnya dari cangkang kura-kura dan senarnya dibuat dari bulu domba.

 Tidak ada manusia maupun dewa yang mampu maminkan lira sehebat Apollo. Beberapa berpendapat bahwa Apollo adalah ayah musisi manusia terhebat, yaitu Orfeus. Dari hubungannya dengan Kalliope, salah seorang Musai. Sementara pendapat lainnya menyebutkan bahwa Orfeus adalah anak dari raja Thrakia, Oiagros. Meskipun begitu, Orfeus juga piawai memainkan lira. Putra Apollo lainnya, yang bernama Linos, juga merupakan seorang musisi handal, namun dia dibunuh oleh muridnya Herakles.

  Beberapa kali manusia dan makhluk lainnya menantang Apollo dalam kontes musik, dan mereka dihukum karena kelancangan itu. Apollo kadang seringkali menghukum mereka yang berani bersaing melawannya. Seorang Satyr bernama Marsias yang memainkan suling buatan dewi Athena, pernah menantang Apollo. Marsias kalah dan akibatnya dia dikuliti hidup-hidup oleh Apollo.

  Apollo juga pernah bersaing melawan dewa Pan dalam sebuah kontes musik. Tiga juri bertugas menetapkan pemenangnya. Dua juri memilih Apollo, sedangkan raja Midas merasa bahwa pipa gelagah Pan menghasilkan musik yang lebih indah. Apollo marah mendengar kata-kata Midas, Apollo pun menghukum sang raja dengan mengubah telinganya menjadi telinga keledai.

  Apollo merupakan dewa pengobatan dan penyembuhan. Meskipun, dalam sumber-sumbernya yang lebih awal, dewa pengobatan adalah dewa Paeon tapi nama itu bisa saja salah satu julukan Apollo. Salah satu anak Apollo yang paling yang terkenal adalah Asklepios, dari hubungannya dengan Koronis, putri Flegias. Ketika sedang hamil, Koronis berselingkuh dengan seorang manusia bernama Iskhis. Ketika Apollo mengetahuinya, dia marah dan membunuh Koronis, tapi dia sempat menyelamatkan bayinya dari rahm Koronis.

  Asklesios tumbuh menjadi seorang tabib yang luar biasa, bahkan dia mampu menghidupkan lagi orang yang sudah mati. Akan tetapi, kemampuannya menghidupkan orang mati membawa kerugian bagi dirinya sendiri. Zeus membunuhnya dengan petir, karena dia takut tindakan Asklepios dapat mengubah takdir manusia. Apollo marah karena putra kesayangannya di bunuh, lalu dia membalas dengan membunuh seorang Kiklops yang membuatkan petir untuk Zeus. Atas perbuatan Apollo ini, Zeus pun murka. Bahkan Zeus sempat akan membuang Apollo ke Tartaros. Untung saja Leto memohon putranya diampuni sehinnga Apollo mendapatkan hukuman yang lebih ringan.

  Zeus memerintahkan Apollo untuk mengabdi selama sembilan tahun kepada seorang manusia yang bernama Admetos, raja Ferai. Selama masa pengabdian Apollo, Admetos bersikap sebagai seorang pria yang baik dan sangat menghormati para dewa. Apollo membalas kebaikan Admetos dengan memperingatkannya mengenai takdirnya. Admetos dapat menghindari kematian jika ada orang lain yang mau mati menggantikannya. Tapi tidak ada yang mau sampai akhirnya istri Admetos sendiri, yaitu Alkestis. Admetos tetap hidup namun dia menyesal ketika mengetahui istrinya telah mati. Untunglah Herakles membantu Admetos, lalu Herakles pergi ke dunia bawah dan bertarung dengan Thanatos, dewa kematian. Herakles menang dan berhasil membawa Alkestis kembali dari kematian.

  Selain mengabdi pada Admetis, Apollo dan Poseidon juga pernah dihukum oleh Zeus untuk mengabdi kepada Laomedon ( raja Troya ), selama setahun. Dengan bantuan seorang manusia bernama Aiakos ( raja Aigina ), mereka membangun dinding pertahanan Troya. Setelah dinding itu selesai, kedua dewa itu meminta imbalan yang dulu pernah dijanjikan oleh Laomedon. Akan tetapi, Laomedon mengingkari janjinya dan tak mau memberi mereka imbalan. Kedua dewa itu pun menghukum sang raja, Poesidon mengirim monster laut untuk meneror rakyat Troya, sedangkan Apollo menimpakan wabah penyakit ke kota Troya.

  Meskipun begitu, selama perang Troya, Apollo membantu orang Troya. Khususnya pahlawan Troya, Hector dan Aineias. Dalam perang ini, lagi-lagi Apollo mengirimkan wabah penyakit, tapi kali ini dia mengirimkannya kepada pasukan Yunani. Karena Agamemnon tidak mau membebaskan tawanan sekaligus gundik yaitu Khriseis kepada ayahnya Khrises, yang merupakan pendeta Apollo. Apllo lalu menghukum Agamemnon dengan menghujani perkemahan Yunani dengan panah dewata berisi penyakit mematikan dari langit, memicu epidemik dalam perkemahan Yunani.

  Diceritakan dalam mitos mengenai Niobe putri dari Tantalos, raja yang dihukum oleh para dewa akibat membunuh anaknya sendiri dan berusaha menghidangkan dagingnya kepada para dewa. Apollo membunuh semua anak laki-laki Niobe sedangkan Artemis membunuh semua anak perempuannya dengan panah. Niobe sebelumnya menyombongkan bahwa dia lebih hebat dari Leto ( ibu Apollo dan Artemis), karena dia telah melahirkan tujuh pasang anak sedangkan Leto hanya sepasang. Ini yang membuat Apollo dan Artemis marah.

  Seperti banyak muda lainnya, Apollo tidak pernah menikah, tapi dia memperkosa banyak perempuan. Salah satu gadis yang diperkosanya adalah Kreusa, putri Erektheus, yang menjadi ibu bagi Ion. Apollo dan Hermes jatuh cinta pada Khiones, putri Daidalion. Suatu ketika, Hermes memperkosa Khione pada siang hari, dan pada malam harinya giliran Apollo yang memperkosa Khione. Khione melahirkan sepasang anak kembar, yaitu Autolikos ( pencuri ) putra Hermes, dan Filamon ( penyair ) putra Apollo.

  Tapi kisah cinta Apollo yang paling terkenal adalah hubungannya yang gagal. Apollo mengejek Eros ( Cupid ) dan mengatakan bahwa dia lebih hebat dalam memanah. Eros pun marah karena ejekan Apollo, lalu Eros menggunakan satu panah emasnya dan membuat Apollo jatuh cinta pada seorang Nimph bernama Dafne, putri dewa sungai Peneios. Eros lalu menembak Dafne dengan panahnya, tapi Dafne diberi panah timah yang membuatnya tidak dapat mencintai orang lain. Apollo berusaha mengejar Dafne tapi sang Nimph terus-menerus kabur. Agar dapat lolos, Dafne berdo'a kepada ayahnya, atau mungkin kepada Gaia, agar wujudnya diubah. Do'anya pun dikabulkan dan dia diubah menjadi pohon salam. Apollo bersedih karena gadis pujaanya sudah berubah menjadi sebatang pohon.

  Untuk mengenang Dafne, Apollo mematahkan satu ranting pohon salam itu dan mamakainya di kepala. Apollo juga menjadikan pohon salam itu sebagai pohon keramatnya. Gadis lainnya yang gagal didapatkan oleh Apollo adalah Marpessa. Seorang manusia bernama Idas sudah hendak menikahi Marpessa, namun Apollo menculik sang gadis. Idas tidak gentar terhadap Apollo dan berusaha mengejar sang dewa untuk mendapatkan kembali pasangannya. Zeus mencegah kedua saingan itu bentrok, dan meminta sang gadis untuk memilih satu di antara mereka. Marpessa lalu memilih Idas sebagai pasangannya.

  Apollo tidak hanya tertarik pada perempuan, namun juga pada lelaki muda. Dia pernah menjadi kekasih seorang pangeran Sparta bernama Hiakinthos, putra Amukles dan Diomedes. Apollo secara tak sengaja membunuhnya dengan sebuah cakram.

Apollo memiliki banyak julukan, di antaranya adalah Akersekomes ( tidak terpotong ), Akesios ( Penyembuh ), Moriagetes ( pembimbing Moirai), Lykios ( dewa serigala ), Musagetes ( pelindung Musai ), Paean ( dewa penyembuh ), Phibos ( bersinar ), dan Smintheus ( dewa tikus ). Tempat pemujaannya adalah di Delphi, Delos, dan Tenedos. Pohon keramatnya adalah pohon salam, sedangkan hewan kesukaannya adalah serigala, gagak, angsa, elang, ular, tikus, dan belalang.

Dengarkan Dengan Audio

No comments:

Post a Comment